Kamis, 27 Februari 2020

CARILAH TUHAN SELAMA IA BERKENAN DITEMUI

Firman Tuhan | YES 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!

Bila Firman Tuhan katakan carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, ini berarti ada waktu dimana Tuhan berkenan ditemui dan ada waktu dimana Tuhan tidak berkenan untuk ditemui.

Waktu dimana Tuhan berkenan ditemui inilah merupakan kasih karunia yang harus kita responi dengan sungguh-sungguh.

Yang menjadi persoalannya adalah apakah kita telah benar-benar melihat waktu yang Tuhan berikan sebagai sebuah kasih karunia yang tidak boleh sia-siakan ? Kalau selama ini kita tidak pernah berpikir bahwa waktu yang Tuhan berikan kepada kita adalah merupakan kasih krunia, maka kita sebenarnya telah melakukan begitu banyak kesia-siaan dalam hidup kita selama ini.

Oleh sebab itu mari kita mengoreksi diri kita masing-masing saat ini, selama ini waktu yang sudah Tuhan berikan sepanjang hidup kita, kita gunakan untuk apa ? apakah lebih banyak digunakan untuk mencari Tuhan ? atau lebih banyak kita gunakan untuk kepentingan diri sendiri ?.

Kita perlu melihat ini sebagai sebuah persoalan yang serius, karena apabila kita menghitung hari-hari dalam sisa umur hidup kita saat ini, maka waktu hidup kita tidak banyak lagi.

MAZ 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Jujur seringkali saya berkata kepada Tuhan, ampuni hamba ya Bapa, karena selama ini begitu banyak waktuku yang terbuang dengan sia-sia.

Sadar atau tidak kita harus mengakui saat ini bahwa hidup kita bukan milik kita lagi, jadi seharusnya mulai saat ini pola pikir kita sudah harus di rubah. Artinya kita tidak bisa lagi hidup sesuka hati kita, tidak lagi hidup untuk kepentingan diri sendiri, tetapi bagaimana hidup kita saat ini harus bisa menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah untuk kepentingan banyak orang.

Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, artinya focus hidup kita saat ini, tidak lagi tertuju untuk kesenangan dunia yang sia-sia, tetapi fokus hidup kita seharusnya hanyalah tertuju pada perkara kekekalan.Mengapa ? karena suka atau tidak suka, suatu saat nanti kita akan diperhadapkan dengan kenyataan hidup setelah kehiupan didunia ini berakhir. Dan kenyataan hidup yang akan kita hadapi adalah sebuah kehidupan kekal yang tak berujung.

Orang-orang yang saat ini mengarahkan focus hidupnya hanya untuk perkara-perkara sorgawi, akan menuai manisnya sebuh kehidupan kekal. Tetapi apabila kita tidak mulai saat ini untuk mengarahkan focus hidup kita kepada kehidupan kekal yang akan kita hadapi nanti, maka bila waktu itu tiba kita akan menghadapi sebuah kengerian hidup yang sangat menakutkan.

Mengarahkan hidup saat ini untuk perkara-perkara yang Tuhan kehendaki, ini berarti kita sedang mencari Tuhan selama Ia berkenan ditemui.

Ada masa dimana pintu perkenaan Tuhan akan ditutup, dan Tuhan tidak lagi berkenan ditemui, karna waktu yang Tuhan berikan sudah selesai.

Yang lebih menakutkan lagi apabila waktu itu sudah selesai dan kita tidak menyadarinya, pintu perkenaan Tuhan sudah tertutup, sementara selama ini kita hanya menyia-nyiakan waktu perkenan Tuhan, dimana kita mengisinya dengan perkara-perkara duniawi, maka inilah yang namanya kesia-siaan.

Bila Tuhan berkata bahwa kesempatan kita hidup didunia akan berakhir malam ini, maka itu sama dengan waktu perkenaan Tuhan telah berakhir. Dan kita harus menghadapi kenyataan kehidupan kekal.

Orang yang terus mencari Tuhan akan selalu berseru kepadaNya. Dan orang yang berseru kepada Tuhan akan selalu dijawab oleh Tuhan.

Mengapa kita harus mencari Tuhan ? Karena dibalik pencarian itu barulah kita menemukan Tuhan.Tidak ada cara lain yang terbaik untuk mencari Tuhan, selain terus berseru kepada Tuhan.

Mungkin kita berkata selama ini saya sudah mencari Tuhan, tetapi Tuhan tidak menjawab doa saya.Mari kita koreksi lagi, kita mencari Tuhan berseru kepadaNya untuk menjawab setiap permohonan doa kita, apa yang sedang kita doakan. Untuk kepentingan kesenangan kita atau untuk kepentingan orang banyak ?

Kalau kita hanya berdoa untuk kepentingan kesenangn kita, keinginan hati kita yang hanya syarat dengan hawa nafsu dunia atau keinginan dunia, maka kita sedang menjadi orang yang egois, yang hidup untuk kepentingan diri sendiri.

Bila ini yang sedang terjadi, lebih baik Tuhan tidak menjawab doa kita. Dari pada Tuhan menjawab doa kita tetapi pada akhirnya kesenangan dunia akan menyeret kita kepada kebinasaan kekal.

Yesaya 59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Jadi selama Tuhan berkenan untuk ditemui, janganlah menemukan Tuhan hanya untuk memaksa Tuhan menuruti keinginan kita, yang bukan keinginan Tuhan untuk kita.

Carilah Tuhan temukanlah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepadaNya, hanya untuk bertanya kepada Tuhan setiap hari “ Apa yang Engkau mau ku perbuat hari ini ya Tuhan, supaya Engkau dipermuliakan di dalam hidupku”.

Supaya aku bisa menjadi garam dan terang, supaya aku bisa menjadi surat yang terbuka yang dapat dibaca oleh semua orang, supaya aku bisa menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah.

Mencari Tuhan bukan dari sisa waktu kita yang hanya tersisa kelelahan tubuh setelah beaktifitas sehari penuh. Tetapi mencari Tuhan haruslah memberi yang terbaik dari seluruh hidup kita. Jadi 24 jam hidup kita harus menjadi milik Tuhan. Artinya dalam setiap aktifitas yang kita lakukan, kita melakukannya untuk kemulian Tuhan.

http://rohanikristenonline.blogspot.com/2011/08/carilah-tuhan-selama-ia-berkenan.html

Lukas 9:25

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Renungan
Aku kadangkala merasa kuatir akan kelangsungan hidupku, kekuatiran itu secara kasat mata hanya dapat dihilangkan jika aku mempunyai banyak harta, namun disaat aku memiliki harta, timbul kekuatiran baru dan begitu terus menerus tidak habis-habisnya. Harta tidak membuat aku bahagia.
Ternyata kebahagiaan ada di dalam hatiku dimana Engkau berkarya melalui Roh Kudus. Di dunia Engkau mengawal hatiku dan menjaga hidupku, tidak hanya di dunia namun sampai pada saat aku mati nanti, dengan kehidupan kekal, tidak perduli masalah yang kualami di dunia ini, karena Engkau yang mengatasinya.

Doa
Ya Tuhan yang mahabaik, berilah kepadaku, kekuatan dan ketekunan sehingga tidak terbawa arus zaman yang menyesatkan. Amin.

Rabu, 26 Februari 2020

2 kororintus 5:20

Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Refleksi
Sejak kelahiranku tentu akalbudiku berkembang dari yang tidak tahu apa-apa sampai menjadi tahu segala sesuatu baik yang jahat maupun yang baik, namun jika kehendakku belum memutuskan kemana tujuanku maka segala sesuatu yang baik dan yang jahat dapat terjadi di dalamku tanpa pertolonganMU, bukan karena ENGKAU tidak mau menolong tetapi karena AKU menolak. Anehnya mengapa AKU selalu menyalahkanMU atas kejadian yang membuatku merasa tidak adil, baik itu kejadian dalam diriku maupun di dalam masyarakat. Seharusnya aku berdamai denganMU, menjadikan ENGKAU tujuan hidupku dan pasti ENGKAU akan menolong, memberikan rasa damai dalam hatiku dalam segala keadaanku sehingga dapat berbuat banyak dalam masyarakat, sehingga karyaMU dapat terwujud melalui diriku.


Doa,
Ya Tuhan yang mahabijaksana, ajarilah aku akan kehendakMU dan bimbinglah aku dalam melaksanakannya. Amin.

Selasa, 25 Februari 2020

Yakobus 4:1

Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Refleksi
Kadang aku melakukan atau mengatakan sesuatu yang benar menurutku, namun kadang ada saja orang yang menyalahkan yang aku lakukan atau katakan. Jika diperlukan aku menerangkannya dengan baik-baik, tapi seringkali aku tetap disalahkan. Hawa nafsuku berjuang untuk mempertahankan pendapatku merubah penilaian orang yang menyalahkanku atau diam saja. Jika kuikuti hawa nafsuku maka biasanya masalah menjadi lebar kemana-mana, banyak mendatangkan dosa, dan tidak ada jaminan membuat orang berubah. Namun jika aku diam saja, bukan berarti setuju dengan penilaian orang, hanya meminta bimbingan Tuhan dalam menahan emosi dan hanya Tuhan yang tahu penilaian yang sebenarnya melalui hati nurani yang tenang dan damai, sehingga tidak akan ada penyesalan jikalaupun aku salah. DamaiMU kurasakan dan orang-orang disekitarku.

Doa
Ya Tuhan yang mahabaik, jadikanlah aku menjadi pelayan-Mu, pelayan sesama dan jauhkanlah dari diri kami keinginan untuk dilayani. Amin.

Kamis, 20 Februari 2020

Markus 8:31

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Reffleksi
Ayat yang sulit dipahami yang membawa aku ingin mengetahui lebih dalam lagi. Sulit dipahami karena Engkau adalah Allah. Semakin aku dalami semakin kurasakan sukacita karena aku dapat bersyukur atas kehidupanku yang lalu, dan atas janjiMU akan hidup kekal, karena ENGKAU sungguh setia. Ternyata pikiranku harus kuubah sesuai dengan kehendakMU, dalam kesulitan memahani SabdaMU ternyata membuat aku semakin dekat denganMU.

Doa
Tuhan Yesus, semoga karena tuntunan Roh Kudus – Mu, kami mampu semakin mengenal dan mengimani Engkau, sebagai Penyelamat kami, Amin