Jumat, 16 Desember 2022

Yohanes 5:33-36, Menjadi Saksi

Yesus berkata kepada orang Yahudi, "Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes, dan ia telah bersaksi tentang kebenaran. Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia."

Sebuah kebenaran penting dinyatakan Tuhan Yesus hari ini. Bahwa suatu kesaksian kita tentang diri sendiri selalu perlu untuk diuji kebenarannya. Hanya Yesus yang bisa bersaksi tentang diriNya sendiri, dan kesaksianNya itu benar. Demikianlah maksud dari perkataanNya: "Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia."

Saksi merupakan subjek yang melihat, mengalami dan terlibat dalam suatu peristiwa. Maka, sebuah kesaksian yang dapat dipercaya hanya jika memenuhi unsur tersebut.

Ketika Yesus mengatakan bahwa mengenai DiriNya, Ia tidak perlu kesaksian dari manusia, tidak saja terkandung penegasan bahwa Ia sendiri datang sebagai Saksi bagi Allah Bapa yang mengutusNya, tetapi juga sebuah gugatan atas hidup kita. Bahwa Tuhan sadar betul betapa sedikitnya manusia yang dapat mengalami Dia, melihat kemuliaanNya dan terlibat dalam karyaNya.

Sebab, bagaimana kita dapat bersaksi jika kita tidak mengalami Dia? Apa yang bisa kita katakan tentang Dia kalau kita tidak mengenalNya? Apa yang dapat kita bagi jika kita tidak menerima kehadiranNya? JIKA Yesus membawa kesaksian tentang Bapa, juga tentang DiriNya sendiri, maka kita pun diutus Tuhan untuk menjadi saksi atas kemurahan dan kasihNya dalam hidup konkrit kita. Sehingga, bukan laporan atau berita yang kita sampaikan, karena itu bisa saja apa yang kita dengar dan ketahui dari orang lain.

Menjadi saksi berarti menyampaikan apa yang kita sendiri alami dan rasakan. Bukan kutipan pengalaman orang lain, karena Tuhan menyapa kita secara personal. 

Pengalaman akan Tuhan dalam hidup harian kita tidak dapat diwakili oleh siapapun. Hal itu amatlah privat sebab berasal dari relasi pribadi kita dengan Tuhan.

Maka, kesaksian semacam inilah yang terpercaya dan dibenarkan Tuhan.

Sabtu, 08 Oktober 2022

Refleksi Sabtu 8 Oktober 2022

Luk 11:27 Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau." Luk 11:28 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." 

Dari Kidung Maria (Magnificat) aku mendengar Maria bernubuat “Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia”. Ternyata kebahagiaan Maria bukan hanya karena ia dipilih Tuhan untuk mengandung Yesus Kristus, melainkan kebahagiaan karena Maria mendengarkan firman Allah dan memeliharanya sampai Anaknya wafat di kayu salib. Sudah sepantasnya aku untuk merasakan kebahagiaan itu dengan taat mendengarkan firman Allah memeliharanya dengan melakukannya dalam hidupku.

Ya Yesus yang baik, tolonglah diriku agar lebih waspada dan peka terhadap suara Roh Kudus-Mu. Aku sungguh ingin mendengarkan dan mentaati suara-Nya sehingga dengan demikian aku dapat mengetahui berkat-berkat-Mu yang mendalam dalam hidupku. Amin. 

Senin, 05 September 2022

Refleksi Senin, 5 September 2022 Lukas 6:6-11

Luk 6:9
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"

Refleksi
Kadang aku terpaku pada aturan prosesi untuk menyembah dan memuji Allah. Memang saat itu aku menghentikan segala kegiatan duniawi dan fokus agar dilepaskan dan disegarkan oleh Allah.
Namun tidak berarti aku tidak melakukan apa-apa, hanya menunggu menerima dan mengingat kebaikan Allah. Aku lupa bahwa melakukan kehendak Allah adalah yang utama dalam setiap saat hidupku, memberikan kasih pada saat dibutuhkan, sambil tetap bersyukur, mengingat dan menerima kebaikan Allah.

Doa
Tuhan, ampunilah aku karena lupa membuka diri untuk menerima kebaikan-Mu karena terus bekerja. Aku terus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akibatnya, aku lupa berbuat baik untuk orang lain.

Minggu, 21 Agustus 2022

Refleksi Minggu 21 Agustus 2022

Luk 13:30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Aku seorang katolik sejak lahir, namun dulu aku hanya mengetahui perjalanan dan ajaran Yesus saja. Itu berlangsung cukup lama, hingga saat dewasa aku baru menyadari bahwa mengenal Yesus adalah kesempatan untuk mengubah diri untuk dapat hidup bersamaNya. Bayangkan jika aku tidak berubah dan masih tetap seperti dahulu, maka pintu untuk hidup bersamaNya akan tertutup. Dengan usahaku sendiri aku tidak akan sanggup masuk ke dalam pintu yang kecil dan penuh sesak. Aku perlu Yesus di dalam hatiku, Kesempatan itu selalu terbuka, bahkan disaat-saat terakhir. Namun siapa yang tahu, karena maut datang seperti pencuri. 

Ya Yesus yang baik, bantulah aku untuk melewati masa-masa perubahanku agar pintu itu terbuka untukKu, karena tidak saja aku makan dan minum dihadapanMu, tetapi aku ingin dilahirkan kembali. Amin. 

Minggu, 14 Agustus 2022

Renungan Injil: Mat 16:24-28

Mat 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Refleksi
Aku kira salib adalah masalah kehidupan yang kuhadapi, penderitaan yang kuhadapi, baik materi maupun penyakit, Salib adalah aku sebagai korban. Bukan ternyata bukan itu, salib adalah penyangkalan diri, melepaskan egoku, tidak mengandalkan diri sendiri melainkan mengandalkan Tuhan saja. Jika Tuhan sudah menguasai hatiku, maka masalah, penderitaan dan aku sebagai korban, Tuhanlah yang akan menyelesaikanNYA, karena ia ingin aku merasakan sukacita dan damai sejahtera.

Doa
Ya Yesus, kuatkanlah aku dalam proses membuka hatiku dan mengalahkan egoku. Hanya dengan pertoonganMu saja maka aku bisa. Amin

Minggu, 31 Juli 2022

Refleksi Minggu 31 Juli 2022

Luk 12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Redleksiku
Keinginanku untuk memiliki ini dan itu di dunia ini adalah sesuatu yang sangat mengganggu kehidupanku. Karena aku adalah milik Allah maka seharusnya tidak ada milikku dalam kehidupan ini. Apalagi memanfaatkan Allah untuk memenuhi keinginanku, hanya untuk memuaskan hasrat dan kedaginganku saja. Tidaklah berguna bagiku karena begitu Allah memanggilku, maka terbuktilan itu semua, bahwa ketamakan hanya menggerogoti ketergantunganku dengan Allah.

Doaku
Ya Yesus yang baik, bantulah aku agar tidak jatuh kedalam ketamakan dan tidak tergoda untuk memanfaatkanMu demi kepentingan hasrat diriku saja. Amin


Minggu, 10 Juli 2022

Lukas bab 10 ayat 25 sampai 37 Minggu 10 Juli 2022

Luk 10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Refleksi :
Aku menjadi mengerti cara menemukan kasihMu. Dimulai dari keinginan yang tidak setengah-setengah dalam mendengarkan FirmanMu namun dengan segenap hati, sampai dapat mempengaruhi jiwaku maka jika itu kulakukan dengan taat akan mempengaruhi akal budiku yang dapat membuat aku berubah dalam sikap dan perkataanku yang penuh akan kasihMu, maka kasih itu akan terpancar kesekelilingku.

Doa:
Ya Yesus yang baik, FirmanMu itu tepat, menyukakan hati; perintahMu itu murni, membuat mata bercahaya. Aku bersyukur mempunyai Allah seperti Engkau. Amin

Senin, 04 Juli 2022

Refleksi Senin 04 Juli 2022

Mat 9:21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

Refleksiku
Banyak permohonanku dalam hatiku yang tidak dapat aku ucapkan, ribuan keinginanku kusimpan dalam hati, karena pada akhirnya semuanya itu aku dapatkan bahkan melebihi keinginanku. Hanya dengan keyakinan kudapatkan itu semua, karena Engkau pasti memeliharaku tidak di dunia ini saja melainkan juga di surga.

Doaku.
Ya Yesus yang baik, Engkau pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Mu. Engkau baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Amin

Senin, 27 Juni 2022

RENUNGAN SENIN 27 JUNI 2022

Mat 8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

Refleksi:
Aku tahu betapa besarnya pengorbananMu untuk menyelamatkan aku dan juga seluruh manusia, dan akupun tahu tidaklah mudah untuk mengikutiMu, perlu proses perubahan diri yang terus-menerus tidak terputus. Semoga aku bisa mengupayakan agar proses itu berjalan tanpa gangguan akan keterikatan pada kepentingan dunia, karena keutamaanku adalah mengabdikan diri sepenuhnya kepada-Mu saja. Maka aku tidak akan menunda.

Doa:
Ya Yesus yang baik, biarlah rahmatMu saja yang membimbing aku menuju kekudusan, aku akan sekuat tenaga untuk tetap taat dan membuka hati. Amin
 

Minggu, 12 Juni 2022

REFLEKSI MINGGU 12 JUNI 2022 HARI RAYA TRITUNGGAL MAHA KUDUS

Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Refleksi:
Roh Tuhanlah yang akan memerintahkan diriku untuk melakukan segala sesuatu termasuk perasaan dan berkata-kata. Yang harus kulakukan hanyalah mencari kebenaran Ilahi dan menerima dengan keterbukaan hati dan penuh ketaatan sehingga rahmat Allah dapat mengalir di dalamku. 

Doaku,
Ya Yesus yang baik, Jika Engkau mengirim rohMu, maka Engkau memperbaharui aku dan menciptakan aku menjadi yang baru. rahmatMu adalah penantianku. Amin

Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Minggu, 05 Juni 2022

REFLEKSI MINGGU 05 JUNI 2022

Yoh 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Refleksiku
Penghibur selalu membuatku bersuka-hati, merasakan damai, dan menghilangkan beban dosa dari irihati, kesombongan dan perasaan yang membuat aku marah, kecewa, sedih dan lainnya. Penghibur itu datang dari Allah, biarlah bertahta di dalam hatiku, tidak ada ruang untuk roh dunia yang penuh dengan kepentingan diri, kemunafikan dan sikap dosa lainnya. 

Doaku
Ya Yesus yang baik, Apabila Engkau mengirim roh-Mu, kami lahir kembali, dan Engkau membaharui kami. Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! Amin

Minggu, 29 Mei 2022

REFLEKSI MINGGU 29 MEI 2022

Yoh 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Refleksi
Aku sangat bersyukur karena dapat merasakan kehadiran Allah jika aku dapat hidup seperti Engkau Yesus. Merasakan cintakasih Allah, bahkan satu Roh bersamaMu dan bersama Tuhan. Aku kini sadar itu yang tidak dikehendaki Iblis yang berusaha memanfaatkan ke egoisanku, kepentinganku, bahkan membuatku ragu akan janjiMu. Kini aku sadar perubahan yang kulakukan dalam diriku ternyata semuanya kembali kepadaku dapat merasakan kasih Tuhan.

Doaku
Ya Yesus, aku bersyukur oleh karenaMu lah semuanya dapat terjadi, kini aku akan berusaha untuk mengenalMu lebih dekat lagi melalui firman-firmanMu. Amin

Senin, 16 Mei 2022

Refleksi hari Senin 16 Mei 2022

Yoh 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

Jika aku dapat menyampaikan firmanMU yang terdapat di dalam Kitab Suci kepada orang lain dengan sangat menarik, maka itu bukanlah kemampuanku sebagai ukuran tetapi kasih Bapa yang aku rasakan.
Jika penyampaian firmanMu yang kulakukan kepada orang lain membuat orang marah dan mengancam maka bukanlah ketakutan sebagai ukuran melainkan kasih Yesus yang IA nyatakan di dalam diriku.

Doaku: ya Yesus yang baik, bimbinglah aku untuk dapat membuka hatiku sehingga kasihMulah yang berkuasa di dalam aku, sehingga aku tidak takut terhadap dunia. Amin

Selasa, 10 Mei 2022

Refleksi Selasa 10 Mei 2022

Yoh 10:25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

Akupun membaca apa yang tertulis dalam Kitab Suci yang Yesus katakan dan lakukan. Tetapi mengapa hatiku penuh dengan kecemasan, kemarahan, kebencian, keraguan dan lain sebagainya. Bukankah tidak ada orang yang berani berkata seperti yang Yesus katakan, tidak ada orang yang dapat melakukan seperti yang Yesus lakukan? Dan tidak berhenti sampai disitu, Yesuspun membuktikan perkataanNya terutama pada kebangkitanNya. Itupun atas kesaksian orang yang menuliskan kejadian tersebut. Siapa yang tidak ingin bangkit bersama Yesus?

Ya Yesus yang baik, firmanMu akan selalu kurenungkan dan sedapat mungkin kulakukan dengan bimbinganMu. Semakin sering kulakukan maka aku merasa semakin berkuranglah keraguanku. Bantu aku dengan rahmatMu untuk dapat mengerti apa kehendakMu. Amin 

Kamis, 05 Mei 2022

REFLEKSI KAMIS 5 MEI 2022

Yoh 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Bersyukurlah aku yang telah mengenal Yesus, apalagi sejak lahir aku sudah dibaptis. Bukan aku yang memilih namun aku percaya semua ini adalah jalan Tuhan. Bagiku yang harus kulakukan adalah datang kepada Yesus, hidup bersama dengan firmanNYA, melakukan segala sesuatu sesuai kehendakNYA, karena IA adalah utusan ALLAH. Hanya DIA yang dapat mengatakannya dan membuktikan dengan kebangkitanNYA. Dan tentu aku akan dibangkitkanNYA juga pada akhir jaman.

Ya Yesus yang baik, aku akan terus berusaha taat disaat dunia ingin menggodaku. Bimbinglah aku selalu dengan kekuatanMU, karena aku adalah milikMu. Amin

Minggu, 24 April 2022

Refleksi Minggu 24 April 2022

Yoh 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

Refleksi : Apakah aku sudah benar-benar beriman kepada Yesus? Bagaimanakah imanku harus kutingkatkan? Karena kadang aku juga merasa marah dan kecewa kepada Yesus atas semua permasalahanku. Kadang timbul keraguan dalam hatiku. Apakah aku didengar?
Namun ternyata Yesus sendirilah yang mengarahkan aku dalam perpertebal imanku. Tanpa kurencanakan. Segala sesuatu yang kelakukan ternyata membuat aku semakin percaya dan mencintai Yesus. Yesus telah merencanakan jalan untukku. Lakukan saja dan jiwaku menjadi damai.

Doaku: Ya Yesus yang baik, puji syukur aku mendapatkan rahmatMu yang menyelamatkanku. Itupun melalui usahaMu bukan usahaku, aku hanya memilih dan menjalankannya. Bantulah aku agar hatiku selalu terbuka untukMu. Amin

Minggu, 03 April 2022

HARI MINGGU PRAPASKAH V 3 APRIL 2022

Warna Liturgi Ungu


Ayat terpilih
Yoh 8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Refleksi
Hubungan saya dengan Yesus kadang terganggu dengan dosa yang pernah saya perbuat, atau dengan dosa yang berulangkali saya lakukan. Pengakuan dosa yang seharusnya membebaskan malah menjadi penghalang hubungan saya dengan Yesus. Namun ternyata dari apa yang Yesus katakan dalam ayat ini membuat saya lega dan membuat saya ingin merubah diri saya seutuhnya, menatap masa depan, bukan mengingat kesalahan saya dimasa lalu, tentu dengan campur tanganNYA, karena Tuhan Yesus tidak melihat latar belakang dosa saya, yang utama adalah datang kepadaNya dalam pertobatan dan tidak melakukannya kembali.

Doa
Ya Yesus yang baik, Pulihkanlah keadaanku, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! karena hanya denganMU-lah aku dapat berjalan ke depan menghadapi segala macam cobaan dan keraguan, hingga hidup bersamaMU kelak. Amin

Senin, 28 Maret 2022

Renungan 28 Senin 2022

Yoh 4:50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.

Refleksi
Saat aku berdoa meminta sesuatu, maka hatiku bersuka hati jika Tuhan mengabulkan permohonanku. Tapi jika permintaanku tidak terkabul maka aku mulai kecewa, marah bahkan menggrogoti imanku. Setelah tahun-tahun berlalu baru kuketahui bahwa Tuhan bukan saja mengabulkan permohonanku tetapi semua yang tidak kuminta yang sangat kubutuhkan diberikannya juga kepadaku, terlebih hidup ini yang terasa Damai. Sayangnya itu baru bisa kuketahui setelah berjalan beberapa tahun. Maka apalagi pertimbanganku selain percaya kepadaNya walaupun tanda-tanda permintaanku tidak terlihat sekarang ini karena rencana Tuhan pasti yang terbaik untukku.

Doa
Ya Yesus yang baik, Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita. Semoga imanku semakin kuat bukan dengan tanda-tanda melainkan dengan sentuhan kasihMu. Amin

Rabu, 16 Maret 2022

Injil Yohanes

Injil Yohanes adalah salah satu kitab yang terdapat di Perjanjian Baru. Kitab yang termasuk dalam rangkaian Injil kanonik ini memiliki gaya dan struktur yang membuatnya unik dan berbeda dengan ketiga Injil yang lain (Injil Markus, Injil Matius, Injil Lukas), meskipun begitu Injil ini tetap memuat wawasan peristiwa yang sama dengan ketiga Injil lainnya. Injil Yohanes menekankan tentang keilahian Yesus Kristus, Anak Allah. Tidak ada Injil lain yang menekankan sifat kemanusiawian sekaligus keilahianNya dengan tegas dan jelas selain Injil ini. Waktu penulisannya diperkirakan terjadi pada tahun 40-140 M. Memang tidak disebutkan dengan jelas siapa yang menulis Injil ini, tetapi Yohanes anak Zebedeus adalah orang yang diperkirakan menulisnya.

Konteks Surat
Surat ini ditujukan bagi kelompok pembaca yang menyendiri. Kelompok ini merupakan cabang dari persekutuan umat purba yang tradisinya berpusat pada Yesus dan murid-muridNya. Bahasa yang digunakan oleh kelompok pembaca adalah bahasa Yunani, karena itu penulis menerjemahkan beberapa istilah Yahudi ke dalam bahasa Yunani (misal: Mesias, Rabuni, Rabi, dll).[3] Kelompok pembaca ini bertikai dengan beberapa pihak.[3] Pertama dengan pengikut Yohanes Pembaptis, kedua dengan orang Yahudi.[3] Terlepas dari itu, tulisan-tulisan Yohanes dilatarbelakangi oleh pemikiran filsafat Gnostikisme untuk melawan pengaruh aliran tersebut dalam tubuh jemaat.[4] Hal ini ditegaskan dengan istilah-istilah yang digunakan dalam tulisan Yohanes, seperti kosmos, maut, hidup, anak-anak Allah, dll.[4]

Penulis
Menurut tradisi yang berkembang pada zaman Ireneus, seorang bapak gereja pada abad ke-2, penulis Injil ini adalah Yohanes bin Zebedeus, murid Yesus.[3] Tradisi yang dianut oleh gereja hingga sekarang juga menyamakan penulis Injil dengan "murid yang dikasihi Yesus".[3] Dalam seluruh Injil ini, nama Yohanes bin Zebedeus tidak disebutkan sama sekali, padahal menurut Injil Sinoptik, murid-murid yang paling akrab dengan Yesus adalah Petrus, Yohanes bin Zebedeus, dan Yakobus bin Zebedeus (Matius 17:1;Markus 5:37;14:33); hal ini menunjukkan bahwa Yohanes sendirilah yang menuturkan kisah-kisah dalam Injil tersebut.[3] Penguatan pendapat bahwa Yohanes bin Zebedeus sebagai penulis Injil ini terdapat dalam Yohanes 21:22-23 karena ia murid yang hidup cukup lama dibandingkan Yakobus yang mati terbunuh pada 41 M.[3] Kanon Muratori mengindikasikan bahwa Yohanes menyusun Injil ini dengan sepengetahuan bahkan atas dorongan rasul-rasul yang lain, antara lain Andreas. Bukan juga Petrus karena Yohanes 13:23; 20:2; 21:20 menjelaskan kalau ia adalah murid yang dipertentangkan.[3]

Waktu dan Tempat Penulisan
Waktu penulisannya diperkirakan terjadi pada tahun 40-140 M.[2] Menurut Irenaeus, Injil Yohanes ditulis di Asia Kecil, yaitu di Efesus ketika pertumbuhan gereja mulai matang dan timbul kebutuhan akan ajaran yang lebih lanjut tentang kaidah iman.[2] Penemuan-penemuan arkeologi mengindikasikan Injil Yohanes memuat detail akurat mengenai Bait Allah di Yerusalem dan lingkungannya sebelum tahun 70 M (misalnya Yohanes 9:7; 10:22-23; 19:13) yang mendukung bahwa Injil ini ditulis sebelum tahun 70 M, yaitu ketika Bait Allah dihancurkan.[5]

Maksud Penulisan
Maksud Injil ini ditulis adalah untuk melawan Gnostikisme dengan mempertahankan suatu keyakinan (apologetic).[2] Yohanes menyatakan tujuan untuk tulisannya dalam 20:31, yaitu "supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya." Naskah kuno Yunani dari Yohanes memakai satu dari dua bentuk waktu untuk kata Yunani yang diterjemahkan "percaya", yaitu aorist subjunctive ("sehingga kamu dapat mulai mempercayai") dan present subjunctive ("sehingga kamu dapat terus percaya"). Jikalau Yohanes bermaksud yang pertama, ia menulis untuk meyakinkan orang yang tidak percaya untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan diselamatkan. Kalau yang kedua, Yohanes menulis untuk menguatkan dasar iman supaya orang percaya dapat terus percaya kendatipun ada ajaran palsu, dan dengan demikian masuk dalam persekutuan penuh dengan Bapa dan Anak (bandingkan 17:3). Walaupun kedua tujuan ini didukung dalam kitab Yohanes, isi dari Injil ini pada umumnya mendukung yang kedua sebagai tujuan utama. Injil ini juga ditujukan bagi mereka yang memiliki minat terhadap filsafat.[2] Kisah-kisah yang terkandung dalam Injil Yohanes juga sengaja ditulis untuk melengkapi berita tentang kehidupan dan pekerjaan Yesus yang sudah ada pada masa itu dan yang sudah dinyatakan secara tertulis di dalam Injil-injil Sinoptis.[2] Walaupun ada pakar yang meragukan adanya ketergantungan Injil ini dengan Injil Sinoptik, kebanyakan pakar menerima bahwa Injil ini memang mempunyai ketergantungan dengan Injil-injil yang lain, paling tidak, penulisnya mengetahui isi ketiga Injil yang lain.[5]

Ayat-ayat terkenal
Yohanes 1:1: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Yohanes 1:14: Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yohanes 14:6: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak Ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
Struktur dan Isi
Struktur dan isi Injil Yohanes, dapat dijabarkan sebagai berikut:[2]

Pembukaan Surat (1:1-18)
Periode Renungan (1:19-4:54)
Kesaksian Yohanes (1:19-51)
Kesaksian Pekerjaan Yesus (2:1-22)
Kesaksian Perkataan Yesus (2:23--4:54)
Periode Perdebatan antara Orang yang Percaya dan Tidak Percaya (5:1-6:71)
Dinyatakan dalam Perbuatan (5:1-18)
Dinyatakan dalam Argumentasi (5:19-47)
Dinyatakan dalam Peragaan (6:1-21)
Dinyatakan dalam Ajaran (6:22-71)
Periode Pertentangan antara Orang yang Percaya dan Tidak Percaya (7:1-11:53)
Pertentangan dijelaskan pada:
Sanak Keluarga Yesus (7:1-9)
Pada Orang Banyak (7:10-52)
Wanita yang berzinah (7:53-8:11)
Kaum Farisi dan Orang Yahudi (8:12-59)
Pertentangan digambarkan dalam:
Peristiwa Orang Buta (9:1-41)
Ajaran Gembala yang baik (10:1-21)
Argumentasi (10:22-42)
Kebangkitan Lazarus (11:1-53)
Periode Genting (11:54-12:36a)
Periode Pertemuan (12:36b-17:26)
Peneguhan Iman
Peralihan (12:36b-13:30)
Pertemuan dengan Para Murid (13:31-16:33)
Pertemuan dengan Bapa (17:1-26)
Periode Pelaksanaan (18:1-20:31)
Kemenangan atas Ketidakpercayaan
Pengkhianatan (18:1-27)
Pengadilan di Hadapan Pilatus (18:28-19:16)
Penyaliban (19:38-42)
Penguburan (19:38-42)
Kebangkitan (20:1-29)
Kata Penutup (21:1-25)
Tanggung Jawab Kepercayaan
Beberapa Tema Teologis
Logos atau Firman
Gagasan tentang logos memiliki latar belakang yang luas, baik dalam dunia Yahudi maupun Yunani.[3] Tetapi gagasan logos dalam Injil Yohanes memiliki maksud-maksud tertentu, diantaranya: pertama, Yohanes merujuk kepada keadaan sebelum penciptaan untuk menggambarkan hubungan Yesus dengan Bapa (1:1).[3] Hal ini dikaitkan dengan Kejadian 1:1 "pada mulanya" yang ingin menekankan tentang keberadaan firman sebelum segala sesuatu ada.[3] Yohanes 1:1 secara jelas juga ingin menyatakan keilahian firman itu, bahwa firman itu memiliki sifat Allah.[3] Kedua, Yohanes menyatakan kalau firman itu berperan dalam penciptaan dunia (1:3), ia tidak membedakan antara kuasa penciptaan yang dimiliki Logos dan Allah. Logos juga dibedakan dari hasil ciptaan dengan menggunakan kata "ada" sedangkan untuk menciptakan ia menggunakan kata "diciptakan".[3] Ketiga, Yohanes mengaitkan Logos dengan manusia (Yohanes 1:14), Logos itu menjadi manusia melalui nubuatan nabi dimana firman Tuhan memberikan kekuatan dan pemenuhan hidup.[6] Bagi Yohanes, "daging" menandakan bahwa Logos menjadi manusia secara utuh.[3]

Kesatuan Bapa dan Anak
Injil Yohanes menekankan kesatuan yang kuat antara Bapa dan Anak (Yohanes 10:30), hal ini juga tampak dalam Yohanes 1:1 bahwa pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.[3] Penekanan ini jelas terlihat dari ungkapan "Aku dan Bapa adalah satu", atau "Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau (Bapa)".[3]

Kata-kata: "Aku adalah" atau "Akulah"
Ini merupakan ungkapan yang bersifat pernyataan kepada para pendengar dan pembaca, dan dalam Injil Yohanes ungkapan ini sering kali digunakan, seperti 'Akulah Roti Hidup" (6:35, 48), "Akulah terang dunia" (8:12), 'Akulah pintu bagi domba-dombaKu" (10:7), dll.[3] Kata seperti roti, terang, pintu, merupakan unsur yang penting bagi orang-orang pada zaman itu, dengan demikian ingin menunjukkan betapa pentingnya Yesus dalam kehidupan mereka.[3] Penggunaan ungkapan "Aku adalah...." ingin menekankan keilahian Yesus sebagai Tuhan yang datang ke dalam dunia untuk memberikan keselamatan kepada setiap orang yang percaya padaNya.[3]

Keunikan
Tidak pernah menyebut nama "Yohanes" bin Zebedeus, saudara Yakobus, yang merupakan salah satu 3 murid terkemuka Yesus Kristus
Menyebut "Yohanes Pembaptis" hanya dengan nama "Yohanes", padahal istilah "Pembaptis" dipakai di Injil-injil lain (justru untuk membedakan dengan Yohanes, murid Yesus).
Tidak pernah menyebut nama "Maria", yang melahirkan Yesus, tetapi selalu menggunakan istilah "ibu-Nya".
Menggunakan sekitar 90 istilah bahasa Yunani yang tidak dijumpai di Injil-injil lain.[7]
Beberapa Judul Perikop dalam Injil
Menurut judul perikop LAI Terjemahan Baru:[8]

Yesus memberi makan lima ribu orang (6:1-15)
Yesus berjalan di atas air (6:16-21)
Yesus disalibkan (19:16-27)
Yesus mati (19:28-30)
Yesus dikuburkan (19:38-42)
Kebangkitan Yesus (20:1-10)
Tujuh Hal Terkait
Injil keempat ini ingin menekankan bahwa Yesus adalah Mesias Israel dan Putra Allah yang menjelma.[2] Ada tujuh hal yang secara khusus terkait dengan tanda, ajaran, pernyataan, termasuk kebangkitan Yesus yang dapat dijadikan dasar bagi pengakuan tentang keilahian Yesus:

Tujuh tanda
Mengubah air menjadi anggur (Perkawinan di Kana) (2:1-11)
Menyembuhkan anak pegawai istana (4:46-54)
Menyembuhkan orang lumpuh di kolam Betesda (5:1-18)
Memberi makan lima ribu orang (6:1-15)
Berjalan di atas air (6:16-21)
Menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya (9:1-41)
Membangkitkan Lazarus (11:1-44)
Tujuh ajaran
Kelahiran kembali (3:1-21)
Menyembah Allah Bapa dalam roh dan kebenaran (4:4-42)
Bersaksi tentang diri sendiri (5:19-47)
Roti hidup (6:22-59)
Air hidup (7:37-44)
Terang dunia (8:12-30)
Gembala yang baik (10:1-21)
Tujuh pernyataan "Aku adalah"
Roti hidup (6:35)
Terang dunia (8:12)
Pintu (10:7)
Gembala yang baik (10:11)
Kebangkitan dan hidup (11:25)
Jalan dan kebenaran dan hidup (14:6)
Pokok anggur yang benar (15:1)
Kebangkitan tubuh-Nya dari antara orang mati sebagai tanda terakhir dan puncak pembuktian bahwa Dia memang "Kristus, Anak Allah" (20:31).

Minggu, 13 Maret 2022

Minggu 13 Maret 2022

Luk 9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.

Dalam membaca dan mendengarkan firman Tuhan memang suatu perjuangan untuk saya. Tapi jika melihat atau merasakan kemuliaan Tuhan serasa haru dan bangga, ingin menangis rasanya. Bahkan ingin saya rasakan terus menerus, memaksa Tuhan untuk berkemah tinggal bersama saya. Sekarang saya harus membuang keinginan membuat kemah itu, sudah waktunya saya untuk mendengarkan suara Tuhan dan melaksanakannya didalam kehidupan saya, sehingga Yesus makin dimuliakan.

Doa - Ya Yesus yang baik, semoga apa yang kudengar dari firmanMu tidak hanya tinggal didalam hatiku saja melainkan akan menjadikan aku menurut citraMu. Bimbinglah aku selalu dalam menanggapinya. Amin   

Minggu, 06 Maret 2022

Minggu, 6 Maret 2022

Luk 4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Pernah aku berdoa kepada Yesus dengan keyakinan doaku pasti terkabul. Ternyata  permohonanku tidak Engkau kabulkan, setidak-tidaknya menurutku. Saat itu hatiku galau, kecewa bahkan marah. Setelah aku renungkan Engkau adalah Maha Kuasa bagaiman mungkin berada di bawah kekuasaanku. Engkau mempunyai rencana yang terbaik untukku, bagaimana mungkin harus kuubah sesuai dengan kehendakku. Jikalau doaku terkabulpun itu karena permohonanku selaras dengan rencanaMu. Maka aku sadar bahwa saat itu aku telah mencobai Engkau. Rasa galau, kecewa dan marahku saat itu, karena cara pandangku yang salah. Kini aku merasakan damai walaupun masalah selalu datang silih berganti, hingga aku dapat hidup bersamaMu.

Doaku,
Ya Yesus yang baik, dalam menghadapi masalah, bersamaMu masalah itu terasa ringan. Aku percaya Engkau akan menjawab, Engkau akan menyertaiku dalam kesesakan, Engkau akan meluputkannya dan menguduskan aku. Amin 

Minggu, 27 Februari 2022

Refleksi Minggu, 27 Februari 2022

Luk 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

Mungkin aku baru bisa mengendalikan mulutku ya Tuhan, walaupun kadang-kadang tidak juga bisa aku kendalikan. Disaat aku mengendalikan mulutku maka disitulah aku merasakan hatiku yang masih penuh dengan perasaan kesal, sakit hati, kecewa maupun dendam. Disaat itulah aku sadar bahwa Engkau menantikan pilihanku agar aku mau membuka hatiku agar Engkau masuk dan menguduskan hatiku.

Doaku. Ya Yesus yang baik, puji syukur atas penyertaanmu dalam setiap permasalahanku sehingga terasa ringan dan atas penyembuhanMu terhadap hatiku yang terluka karena hatiMu yang Maha Kudus. Semoga aku selalu membuat pilihan yang terbaik. Amin  

Minggu, 20 Februari 2022

Senin, 14 Februari 2022

Mrk 8:12 Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda."

Mrk 8:13 Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.

Seringkali aku mendambakan mujijat, manakala aku membutuhkannya, disaat aku sakit, ingin berhasil, memperoleh rejeki bahkan untuk kebahagiaanpun aku mengharapkan mujijat. Kini aku tahu bahwa Engkau mengeluh akan hal itu, bahkan Engkau membiarkan aku untuk melihat kembali dan menentukan kembali cara pandangku. Meminta boleh karena mujijat adalah kepunyaanMu tapi kadang aku menuntut dan dijadikan bukti untuk keimananku, padahal iman bukan berdasarkan mujijat tetapi atas kebangkitanMu yang Engkau peroleh melalui pengorbananMu yang luar biasa. 

Doaku
Ya Yesusku yang baik, terimakasih atas penyertaanMu dalam setiap permasalahanku, sehingga aku merasakan kedamaian dan sukacita. BersamaMu semuanya menjadi ringan. Janganlah Engkau meninggalkanku. Amin 

Minggu, 13 Februari 2022

Renungan Minggu 13 Februari 2022

Luk 6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Banyak memang masalah disekitarku, baik masalah orang lain maupun masalahku sendiri. Masalah-masalah itu membuat aku banyak bertanya, mencari jawaban apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana menyikapinya, membuatku lapar akan kebenaran, saat aku mengalami masa sulit, pasti ada kebenaran di dalamnya. Kadang membuatku frustasi dan menangis. Ternyata kebenaran itu hanya ada padaMu Yesus, pada FirmanMu, dan itu membuatku tenang, bahagia bahkan tertawa walaupun masalah itu tetap ada, dan akhirnya dapat kuatasi hanya dalam campur tangabnMu.

Minggu, 06 Februari 2022

Renungan 06 Februari 2022

Luk 5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."


Saat aku membaca Kitab Suci, Aku menyadari memang tidak mudah untuk mengerti apalagi melakukannya dalam kehidupanku, semuanya penuh dengan pengorbanan. Namun aku selalu mencoba untuk melakukannya, tentu dengan pertolonganMu. Pengorbanan itu aku bawa ke atas misbahMu sebagai persembahanku, ternyata persembahan itu membuat aku merasakan damai hingga saat aku menulis renungan ini.

Minggu, 23 Januari 2022

Refleksi Minggu, 23 Januari 2022

Kor 12:23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.

Aku mempunyai sahabat-sahabat yang dekat dalam kelompok dan sering bertemu, aku mempunyai keluarga yang boleh dibilang harmonis. Beberapa diantara mereka tentu mempunyai karakter yang sangat menggangguku, biasanya aku bereaksi atas ketidaknyamananku atau langsung menghindar, membuat suasana menjadi dingin dan kaku. Tidak seharusnya aku begitu, mereka adalah anggota tubuhku yang sedang menderita tentunya, dan sebagaimana anggota tubuh kita yang sakit, maka seharusnya aku merawat, memperlakukan mereka dengan khusus, memperhatikan masalah mereka, mendengarkan dan yang paling penting agar mereka merasakan perhatianku adalah dengan memberikan sesuatu yang dapat mereka rasakan yaitu Kasih Yesus dengan menahan diri, mengalah, menerima apa adanya, mengampuni dan mendoakannya.