Setelah mendengar Yohanes Pembaptis wafat dipancung, Yesus ingin menyendiri, namun keinginannya tak terwujud melihat orang banyak yang mengikutinya. EmpatiNya memaksakanNya untuk menjumpai orang banyak itu. (Mat ayat 13). Ketika malam telah tiba para murid mengusulkan agar orang banyak yang sekitar 5000 orang itu untuk mencari makan di perkampungan sekitar. Tetapi Yesus malah menyuruh murid-murid memberi mereka makan walau hanya tersedia lima roti dan dua ikan. Setelah mereka mengikuti apa yang Yesus katakan, mereka malah mendapatkan sisa roti dan ikan sebanyak 12 bakul.
Kadang kitapun ingin menyendiri jika mendapatkan masalah yang menimpa kita, agar kita merasakan kelegaan, kebahagiaan keluar dari masalah kita. Namun apa yang terjadi jika keinginan itu tidak bisa kita lakukan, misalnya jika kita mempunyai banyak tugas yang harus kita lakukan dalam pelayanan kita. Pelayanan menjadi suatu beban bagi kita, apalagi dalam pelayanan tersebut kita dituntut untuk melakukan sesuatu yang jauh diluar kemampuan kita. Jika pada akhirnya kita lakukan juga dengan menghadirkan Yesus dalam pelayanan kita, akan menghasilkan suatu perasaan yang tak terduga. Justru didalam pelayanan kita mendapatkan kelegaan dan kebahagiaan yang kita cari, bahkan lebih dari apa yang kita harapkan. Perasaan empati kita semakin kuat, memudahkan Yesus untuk hadir dalam setiap pelayanan kita. Iman saja tidak cukup tanpa kita merendahkan hati kita dengan meninggalkan ego kita dan mau membuka hati untuk kehadiran Tuhan Yesus. Kyrichard Fabianus OP