Sebuah kebenaran penting dinyatakan Tuhan Yesus hari ini. Bahwa suatu kesaksian kita tentang diri sendiri selalu perlu untuk diuji kebenarannya.
Hanya Yesus yang bisa bersaksi tentang diriNya sendiri, dan kesaksianNya itu benar. Demikianlah maksud dari perkataanNya: "Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia."
Saksi merupakan subjek yang melihat, mengalami dan terlibat dalam suatu peristiwa. Maka, sebuah kesaksian yang dapat dipercaya hanya jika memenuhi unsur tersebut.
Ketika Yesus mengatakan bahwa mengenai DiriNya, Ia tidak perlu kesaksian dari manusia, tidak saja terkandung penegasan bahwa Ia sendiri datang sebagai Saksi bagi Allah Bapa yang mengutusNya, tetapi juga sebuah gugatan atas hidup kita.
Bahwa Tuhan sadar betul betapa sedikitnya manusia yang dapat mengalami Dia, melihat kemuliaanNya dan terlibat dalam karyaNya.
Sebab, bagaimana kita dapat bersaksi jika kita tidak mengalami Dia? Apa yang bisa kita katakan tentang Dia kalau kita tidak mengenalNya? Apa yang dapat kita bagi jika kita tidak menerima kehadiranNya?
JIKA Yesus membawa kesaksian tentang Bapa, juga tentang DiriNya sendiri, maka kita pun diutus Tuhan untuk menjadi saksi atas kemurahan dan kasihNya dalam hidup konkrit kita.
Sehingga, bukan laporan atau berita yang kita sampaikan, karena itu bisa saja apa yang kita dengar dan ketahui dari orang lain.
Menjadi saksi berarti menyampaikan apa yang kita sendiri alami dan rasakan. Bukan kutipan pengalaman orang lain, karena Tuhan menyapa kita secara personal.
Pengalaman akan Tuhan dalam hidup harian kita tidak dapat diwakili oleh siapapun. Hal itu amatlah privat sebab berasal dari relasi pribadi kita dengan Tuhan.
Maka, kesaksian semacam inilah yang terpercaya dan dibenarkan Tuhan.