Sabtu, 27 Februari 2021

Refleksi Harian Katolik 27 Februari 2021

Ul. 26:16-19;
Mzm. 119:1-2,4-5,7-8;
Mat. 5:43-48.

Mat 5:43Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

Mat 5:44Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Mat 5:45Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Mat 5:46Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Mat 5:47Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

Mat 5:48Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Mat 5:45Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Refleksi
Tuhan Engkau menginginkan agar aku dapat mengasihi semua orang termasuk  mereka yang membenciku. Memang selama ke"aku"an masih ada dalam diriku itu sulit terjadi. Hanya jika Engkau bertahta dalam hatiku saja maka itu semua dapat terjadi. Maka aku menjadi sempurna seperti Bapa. 


Refleksi Harian Katolik 26 Februari 2021

Yeh. 18:21-28;
Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8;
Mat. 5:20-26

Mat. 5:20-26

Mat 5:20Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Mat 5:21Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

Mat 5:22Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Mat 5:23Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

Mat 5:24tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Mat 5:25Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Mat 5:26Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

(Mat 5:22)
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Refleksiku
Membunuh, mencuri ada hukumnya yang dapat membuat aku berdosa namun berkata tidak ada hukumnya tapi justru kata-kata itu datang dari hatiku dan dapat menyakiti hati orang yang mendengarkan. Hatiku yang tersinggung dapat menyebabkan dosa banyak dosa. Dosaku ternyata dimulai dari hatiku, seandainya aku mau mengganti hatiku dengan hati Yesus maka tidak ada lagi kata-kataku yang menyebabkan dosa.

Doaku
Ya Bapa yang maha baik, setelah kubuka hatiku ubahlah aku sesuai kehendak-Mu sehingga tidak ada lagi kata-kataku yang menyakitkan sesama. Amin





Jumat, 19 Februari 2021

Refleksi Harian Katolik 19 Februari 2021

(Matius 9:15) Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. 

RENUNGANKU 
Yang kurasakan adalah sukacita jika aku bersama dengan-Mu, Kau mengajarkanku banyak hal agar aku selamat. Namun pada saat aku merasakan Engkau tidak hadir dalam diriku, pasti penyebabnya adalah dosa yang kulakukan. Muram rasanya hidupku, seolah-olah tanpa harapan. Maka dosaku itu aku mohonkan ampun kepadaMu, pengangkalan diriku akan kulakukan dengan puasa agar kehendak-Mulah yang berkuasa dalam diriku, sehingga Engkau hadir kembali dalam hidupku, agar hatiku bersukacita 

DOAKU 
Ya Yesus, bersama-Mu aku merasakan damai dan sukacita, berilah aku kekuatan untuk melawan diriku sendiri agar aku layak menjadi mesbah-Mu.Bimbinglah aku dengan rahmat-Mu. Amin

Selasa, 09 Februari 2021

Renungan Selasa, 9 Februari 2021

Markus 7:8 (TB)  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."

Renunganku
Awalnya aku kurang sreg dengan mengambil SMK di bawa ke rumah. Seharusnya menerima SMK itu di gereja, lebih layak, lebih afdol, tidak peduli kalau ada wabah, seharusnya di gereja titik. Ternyata aku mengabaikan perintahMu, dimana Engkau mengatakan, "terimalah .... sebagai peringatan akan Daku", dan itu dilakukan oleh Yesus di rumah lalu diteruskan oleh para Rasul di rumah juga, mengapa aku menuntut di gereja yang baru belakangan di bangun. Memang tidak bisa dipungkiri gereja adalah tempat yang suci dan layak untuk menerima SMK, tapi inikan sedang ada wabah. Kerinduanku untuk menerima Hosti Kudus terhalang oleh karena pandanganku. 

Doaku
Ya Yesus, ubahlah pandanganku yang berasal dari dunia dan isilah dengan kehendakMu sehingga dunia tidak bisa menghentikan hubungan Kasih yang Kau curahkan kepadaku. Amin



https://alkitab.app/v/9bcca88bf6e5

Selasa, 02 Februari 2021

Renungan 2 Februari 2021

Lukas 2:30 (TB)  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 

Saat mataku menatap dan membaca Firman Tuhan dalam Kitab Suciku yang terlintas dalam pikiranku adalah betapa sulitnya yang harus kulakukan menurut Firman-Mu, atau aku teringat akan masalah-masalahku, sehingga ayat ini sangat cocok dengan masalahku, atau ayat yang kubaca cocok untuk kuberitakan kepada orang lain agar mereka berubah.
Tidakkah aku berpikir bahwa yang kubaca adalah jalan menuju keselamatanku, seharusnya hatiku bersukacita, sehingga tidak ada yang sulit yang harus kulakukan, tidak ada masalah yang berat tanpa penyelesaian dan tidak perlu mengubah orang lain karena hanya Tuhan yang melakukannya dibandingkan dengan keselamatan yang akan kuterima. Wong Yesus juga yang melakukannya untukku dengan rahmat-Nya yang melimpah

Ya Yesus, bimbinglah aku dalam mencari arti Sabda-Mu dengan Roh Kudus agar aku dapat merasakan sukacita-Mu itu. Amin