Rabu, 24 Januari 2024

Markus 3:31-35

DOAKU
"Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Markus 3:35)

REFLEKSIKU
Saya dulu masih melihat hubungan keluarga dalam kacamata secara jasmani. Sering terjadi perselisihan dengan orangtua apalagi menyangkut masalah rohani. Disuruh ke gereja, malas, berdoa malas apalagi disuruh baca Kitab Suci. Biar orangtua saja yang aktif, kita belum saatnya.
Ternyata Tuhan ingin merubah sudut pandang saya secara rohani agar mendapatkan keselamatan..

Jika saya renungkan bahwa Yesus wafat di kayu salib untuk keselamatan kita. dan disitu hadir ibuNya, bunda Maria. Berarti Yesus wafat bukan untuk ibunya saja melainkan dipersembahkan untuk keselamatan kita semua, para ibu2, bapak2 dan saudara-saudara kita dan semua orang. Dan bunda Mariapun ikut mengawalinya sejak Yesus di siksa hingga wafat. Jika secara jasmani sudah barang tentu Maria tidak rela anaknya di fitnah dan disiksa. Sudah barang tentu Yesus akan menyangkal untuk menyelamatkanNya bahkan juga melawan.  

Itulah proses penyelamatan dari sudut pandang rohani bukan jasmani yang akhirnya saya mengerti. Maka Firman Tuhan yang keras ternyata untuk menguatkanku agar aku hidup untuk keselamatan jiwa-jiwa, saudara-saudaraku, ibuku keluargaku semuanya secara rohani, hidup bersama dengan Yesus, mengikuti jalanNya.
Bukan berpikiran secara jasmani "biar saja Yesus yang wafat kita yang selamat".
Lalu kalau keinginanku tidak tercapai aku marah2 sama Tuhan.
Oleh karena pandangan yang salah itulah aku merasakan Firman Tuhan itu keras.
Kini Firman itu tidak terlihat keras lagi, karena itu adalah jalan untuk keselamatan.

DOAKU
Ya Yesus yang baik, 
mampukan aku untuk tetap berjuang taat kepada kehendak-Mu, sehingga aku dapat berbelaskasihan terhadap sesamaku, bahwa di dalam Yesuslah satu-satunya tujuan hidup, juruselamat yang menyelamatkan. Amin