Sabtu, 27 Februari 2021

Refleksi Harian Katolik 26 Februari 2021

Yeh. 18:21-28;
Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8;
Mat. 5:20-26

Mat. 5:20-26

Mat 5:20Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Mat 5:21Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

Mat 5:22Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Mat 5:23Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

Mat 5:24tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Mat 5:25Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Mat 5:26Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

(Mat 5:22)
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Refleksiku
Membunuh, mencuri ada hukumnya yang dapat membuat aku berdosa namun berkata tidak ada hukumnya tapi justru kata-kata itu datang dari hatiku dan dapat menyakiti hati orang yang mendengarkan. Hatiku yang tersinggung dapat menyebabkan dosa banyak dosa. Dosaku ternyata dimulai dari hatiku, seandainya aku mau mengganti hatiku dengan hati Yesus maka tidak ada lagi kata-kataku yang menyebabkan dosa.

Doaku
Ya Bapa yang maha baik, setelah kubuka hatiku ubahlah aku sesuai kehendak-Mu sehingga tidak ada lagi kata-kataku yang menyakitkan sesama. Amin





Tidak ada komentar:

Posting Komentar